TENTANG SISTEM DIREKTORI DAN BERKAS
Sistem Direktori dan Berkas
PENGERTIAN
Direktori/folder merupakan suatu entitas dlm sistem berkas yang mengandung berkas atau direktori lain. Direktori digunakan sebagai sarana untuk pengorganisasian berkas pada suatu sistem komputer.
Dengan adanya direktori, setiap berkas dapat dikelompokkan
Dalam pengorganisasian berkas, sistem operasi dapat memartisi disk menjadi beberapa direktori atau menjadikan dua disk menjadi sebuah direktori.
ATRIBUT DIREKTORI
Nama
Alamat
Tanggal
Ukuran
Proteksi
Type
STRUKTUR DIREKTORI
Mempelajari struktur direktori, memberikan pemahaman bagaimana menyusun sebuah directori dlm suatu sistem berkas
Ada tiga struktur direktori yang dikenal :
Struktur direktori bertingkat, dimana direktori ini dibagi menjadi direktori satu tingkat (Single Level Directory) dan direktori dua tingkat (Two Level Directory)
Direktori berstruktur pohon (Tree Structured Directory)
Direktori berstruktur graph, dimana direktori ini dibagi menjadi struktur graf asiklik (Acyclic-structured Directory) dan struktur graf sederhana (General graph Directory)
OPERASI DIREKTORI
Mencari berkas
Mencari entri yang berhubungan dng file tersebut dengan menelusuri direktori yang bersangkutan
Membuat berkas
Saat berkas dibuat maka sebuah entri akan ditambahkan ke direktori
Menghapus berkas
Jika sudah tidak dipakai maka dapat dihapus dari direktori
Menampilkan isi direktori
Menampilkan seluruh atau sebagaian dari direktori
Mengubah nama berkas
Diubah jika tidak sesuai lagi isi dan kegunaannya
Akses sistem berkas
Pengguna bisa mengakses setiap berkas/direktori yang ada dalam struktur direktori
Update direktori
Karena atribut disimpan dlm direktori,perubahan yang terjadi berpengaruh terhadap atribut yang bersangkutan di direktori tersebut.
Macam-macam struktur direktori pada sistem berkas :
1. Direktori satu tingkat (Single Level Directory)
Struktur Direktori ini merupakan struktur direktori yang paling sederhana. Semua berkas disimpan dalam direktori yang sama.
Gambar Single Level Directory
Direktori satu tingkat memiliki keterbatasan, yaitu bila berkas bertambah banyak atau bila sistem memiliki lebih dari satu pengguna. Hal ini disebabkan karena tiap berkas harus memiliki nama yang unik.
2. Direktori dua tingkat (Two Level Directory)
Pada direktori dua tingkat membuat direktori yang terpisah untuk tiap pengguna, yang disebut User File Directory (UFD). Ketika pengguna login, master directory berkas dipanggil. MFD memiliki indeks berdasarkan nama pengguna dan setiap entri menunjuk pada UFD pengguna tersebut. Maka, pengguna boleh memiliki nama berkas yang sama dengan berkas lain.
Meskipun begitu, struktur direktori dua tingkat ini masih memiliki kerugian, terutama bila beberapa pengguna ingin mengerjakan tugas secara kerjasama dan ingin mengakses berkas dari salah satu pengguna lain. Beberapa sistem secara sederhana tidak mengizinkan berkas seorang pengguna diakses oleh pengguna lain.
3. Direktori dengan Struktur Tree
Dalam struktur ini, setiap pengguna dapat membuat subdirektori sendiri dan mengorganisasikan berkas-berkasnya. Dalam penggunaan normal, tiap pengguna memiliki apa yang disebut direktori saat ini. Direktori saat ini mengandung berkas-berkas yang baru-baru ini digunakan oleh pengguna.
4. Direktori dengan Struktur Graf Asiklik (Acyclic structured Directory)
Direktori dengan struktur tree melarang pembagian berkas/direktori. Oleh karena itu, struktur graf asiklik memperbolehkan direktori untuk berbagi berkas atau subdirektori. Jika ada berkas yang ingin diakses oleh dua pengguna atau lebih, maka struktur ini menyediakan fasilitas sharing.
5. Direktori dengan Struktur Graf Umum
Masalah yang timbul dalam penggunaan struktur graf asiklik adalah meyakinkan apakah tidak ada siklus. Bila kita mulai dengan struktur direktori tingkat dua dan memperbolehkan pengguna untuk membuat subdirektori, maka kita akan mendapatkan struktur direktori tree. Sangatlah mudah untuk mempertahankan sifat pohon, akan tetapi, bila kita tambahkan sambungan pada direktori dengan struktur pohon, maka sifat pohon akan musnah dan menghasilkan struktur graf sederhana.
Bila siklus diperbolehkan dalam direktori, tentunya kita tidak ingin mencari sebuah berkas 2 kali. Algoritma yang tidak baik akan menghasilkan infinite loop dan tidak pernah berakhir. Oleh karena itu diperlukan skema pengumpulan sampah (garbagecollection scheme). Skema ini menyangkut memeriksa seluruh sistem berkas dengan menandai tiap berkas yang dapat diakses. Kemudian mengumpulkan apa pun yang tidak ditandai pada tempat yang kosong. Hal ini tentunya dapat menghabiskan banyak waktu.
Praktek Sistem Direktori dan Berkas
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan Sistem Direktori dan Berkas pada Linux. Dalam sistem Linux terdapat Sistem Direktori dan Berkas yang sangat banyak fungsinya. Berikut adalah pembahasan dari Sistem Direktori dan Berkas :
Latihan 1. Direktori
1. Melihat direktori HOME
- $ pwd
- $ echo
- $ HOME
1. Melihat direktori actual dan parent direktori
- $ pwd
- $ cd .
- $ pwd
- $ cd ..
- $ pwd
- $ cd
1. Membuat satu direktori, lebih dari satu direktori atau sub direktori
- $ pwd
- $ mkdir A B C A/D A/E B/F A/D/A $ ls –l
- $ ls –l A
- $ ls –A/D
1. Menghapus satu atau lebih direktori hanya dapat dilakukan pada direktori kosong dan hanya dapat dihapus oleh pemiliknya kecuali bila diberikan ijin aksesnya.
- $ rmdir B (terdapat pesan eror, mengapa ?
- $ ls –l B
- $ rmdir B/F B
- $ ls –l B (terdapat pesan eror, mengapa?)
1. Navigasi direktori dengan instruksi cd untuk pindah dari satu direktori ke direktori lain.
- $ pwd
- $ ls -l
- $ cd A
- $ pwd cd ..
- $ pwd
- $ cd /home/<user>/C
- $ pwd
- $ cd /<user>/C
Latihan 2. Manipulasi file
1. Perintah cp untuk mengopi file atau seluruh direktori.
- $ cat> contoh Membuat sebuah file [Ctrl+d]
- $ cp contoh contoh 1
- $ ls -l
- $ cp contoh A
- $ ls –l A
- $ cp contoh contoh1 A/D
- $ ls –l A/D
1. Perintah mv untuk memindah file.
- $ mv contoh contoh2
- $ ls -l
- $ mv contoh1 contoh2 A/D $ ls –l A/D
- $ mv contoh contoh1 C $ ls –l C
1. Perintah rm untuk menghapus file
- $ rm contoh2
- $ ls –l
- $ rm –I contoh
- $ rm –rf A C
- $ ls –l
Latihan 3. Symbolic Link
Membuat shortcut (file link)
- $ echo “Hallo apa kabar”>halo.txt
- $ ls -l
- $ l
n halo.txt z $ ls -l
- $ cat z
- $ mkdir mydir
- $ ln z mydir/halo.juga
- $ cat mydir/halo.juga
- $ in –s z bye.txt $ ls –l bye.txt $ cat bye.txt
Latihan 4. Melihat Isi File
- $ ls -l
- $ file halo.txt $ file bye.txt
Latihan 5. Mencari File
1. Perintah find
- $ find/home –name”*.txt” –print> myerror.txt
- $ cat myerror.txt
- $ find .-name”*.txt” –exec wc –l ‘{}’ ‘;’
1. Perintah which
- $ which ls
2. Perintah locate
- locate”*.txt”



















Comments
Post a Comment